Pages - Menu

Selasa, 12 Maret 2013

PENGOLAHAN SELAI RUMPUT LAUT


Pada tulisan yang lalu tentang “ Inovasi Pengolahan Rumput Laut (mie rumput laut)” telah diterangkan mengenai manfaat, fungsi dan jenis rumput laut yang ada di Indonesia. Namun pada tulisan kali ini saya tidak akan menjelaskan mengenai fungsi, jenis dan manfaat rumput laut lagi, tetapi saya akan mencoba menerangkan mengenai teknik pengolahan rumput laut yang lainnya yaitu “Pengolahan Selai Rumput Laut”.
            Seperti yang telah kita ketahui semua bahwa selai biasanya digunakan sebagai bahan pelengkap berbagai aneka makanan seperti kue kering, roti, dan aneka kue basah. Pada umumnya kita juga telah mengetahui bahwa selai yang selama ini kita kenal biasanya terbuat dari buah-buahan diantaranya nanas dan strawbery. namun ternyata rumput laut yang biasanya sering diolah menjadi agar-agar ternyata juga bisa diolah menjadi selai. Pada kesempatan ini akan dijelaskan tentang " Pengolahan Selai Rumput Laut ". Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu :
1.   Siapkan Bahan baku
·      Rumput Laut (diusahakan jenis E. cottonii)      100 gr

2.   Siapkan bahan tambahan dan bahan pembantu
·      Gula pasir          1500 gr
·      Nenas                1000 gr (diblender)
·      Asam sitrat        2 gr
·      Garam               0,5 gr
·      Pewarna                        secukupnya (jika diinginkan)

3.   Siapkan peralatan
·      Pisau
·      Talenan
·      Wadah
·      Sendok
·      Kompor
·      Blender
·      Alat penggorengan
·      Alat pengemasan

4.   Cara pengolahan
 - Rendam rumput laut kering selama 1 malam dan tambahkan kepur sirih ke dalam air        rendaman. Tujuan dari perendaman yaitu untuk mengurangi bau amis rumput laut.
  - Setelah dilakukan perendaman, bilas rumput laut menggunakan air bersih
  - Blender rumput laut dengan ditambahkan air secukupnya (usahakan blender sampai halus)
  - Tambahkan gula pasir kedalam rumput laut yang telah di blender
  - Panaskan campuran rumput laut dan gula menggunakan penggorengan aduk sampai rata
 - Tambahkan asam sitrat nenas dan garam, aduk kembali hingga rata (tambahkan pewarna jika diinginkan)
 - Diamkan pada suhu ruang hingga dingin dan siap untuk dikemas

Gambar proses pembuatan selai rumput laut


Selasa, 05 Maret 2013

PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN MELALUI PENGENDALIAN PENYAKIT IKAN DENGAN VAKSINASI


Peningkatan produksi perikanan adalah impian dari setiap pembudidaya. Hal ini juga didukung oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mencanangkan program bahwa pada tahun 2015, Indonesia mampu meningkatkan produksi perikanan sebesar 353 %. Program ini dapat diartikan sebagai tekad dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa Indonesia semaksimal mungkin mampu meningkatkan produksinya di bidang perikanan.
            Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana caranya agar produksi ikan di Indonesia bisa meningkat?” Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah melakukan beberapa hal yang dapat dilakukan agar produksi perikanan dapat meningkat. Salah satunya yaitu melalui Pengendalian Penyakit Ikan dengan Cara Vaksinasi. Hal ini diharapkan mampu mengurangi tingkat mortalitas atau kematian pada ikan-ikan konsumsi yang dibudidayakan oleh para pembudidaya ikan. Ini merupakan suatu langkah atau upaya yang dilakukan pemerintah agar indonesia mampu meningkatkan produksi perikanan sebesar 353 % pada tahun 2015.
            Vaksin merupakan suatu produk biologi yang terbuat dari mikroorganisme yang dilemahkan, dimatikan atau direkayasa genetika sehingga berguna untuk merangsang kekebalan tubuh secara aktif. Dapat diartikan bahwa fungsi dari vaksinasi itu sendiri yaitu untuk meningkatkan kekebalan atau sistem imun pada ikan, sehingga apabila suatu saat ikan itu terkena penyakit atau mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan infeksi pada ikan, ikan tersebut mampu melawan infeksi tersebut.Vaksinasi ini dilakukan bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menyerang ikan. Seperti yang kita ketahui, pencegahan sejak dini merupakan cara yang paling ideal untuk pengendalian penyakit pada ikan.
            Penggunaan vaksinasi  telah terbukti memiliki kontribusi postif pada dunia perikanan. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan industri salmon dan trout di Eropa yang terus meningkat. Keberhasilan penggunaan vaksinasi ini diyakini akan memiliki dampak pada produksi khususnya perikanan budidaya. Dampak yang dapat terjadi pada keberhasilan vaksinasi ini diantaranya: 1) menurunnya penggunaan zat-zat antibiotik pada ikan, 2) tingkat Mortalitas atau kematian pada ikan yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme patogen akan menurun. Kesemua hal diatas pada akhirnya akan menyebabkan meningkatnya produksi perikanan budidaya.

Jenis-jenis Vaksin
Secara umum vaksin dapat digolongkan kedalam 5 jenis yaitu :
1.    Vaksin In-aktif : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang dimatikan. Cara kerja vaksin ini yaitu dengan menstimulasi sistem kekebalan tubuh spesifik (respon kekebalan humoral).
2.    Vaksin Hidup/dilemahkan : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan. Vaksisn ini menstimulasi sebagian (sel perantara) atau seluruh sistem kekebalan tubuh spesifik (respon kekebalan humoral).
3.    Vaksin toxoid : vaksin yang mengandung unsur toksik (ekstar cellular product) dari mikroorganisme patogen yang telah diinaktivkan, sehinggatidak akan mampu lagi menimbulkan penyakit pada ikan.
4.    Vaksin sub-unit : vaksin yang mengandung sebagian kecil epitop atau locus dari sel utuh mikroorganisme patogen yang digandakan atau diproduksi secara massal melalui perantara mikroorganisme lain yang dilemahkan sehingga tidak mampu menimbulkanpenyakit.
5.    Vaksin DNA : vaksin yang mengandung sebagian materi genetik dari mikroorganisme patogen. Vaksin ini dapat menstimulasi kekebalan tubuh spesifik secara terus menerus.
Vaksin yang Terdaftar di Indonesia
No
Nama Vaksin
Manfaat
No. Registrasi
1.
Aquavac Garvetil   
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
DKP RI. No. I 0703071 VKC
2.
Aquavac Garvetil Oral 
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
DKP RI. No. I 0703070 VKC
3.
Norvax Strep Si 
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
DKP RI. No. I 060641 VKC
4.
Himmvac Agilban S – Plus
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
KKP RI. No. I 1105165 VKC
5.
Aquavac Strep Sa 
Pencegah bakteri Streptococcus agalactiae
KKP RI. No. I 1105166 VKC
6.
KV3
Pencegah bakteri Koi Herpes Virus
KKP RI. No. I 1101152 VKC
7.
Caprivac Aero – L
Pencegah bakteri Aeromonas hydropilla
KKP RI. No. D 1206201 BKC
8.
Caprivac Vibrio – L
Pencegah bakteri Vibrio sp.
KKP RI. No. D 1206202 BKC
9.
HydroVac
Pencegah bakteri Aeromonas hydropilla
KKP RI. No. D 1206203 BKC
10.
Caprivac Vibrio
Pencegah bakteri Vibrio sp
KKP RI. No.  D 1207206 BKC
11.
Aquavac ® Irido-V
Pencegah Iridovirus
KKP RI. No. D 1211221 BKC
12
Caprivac ICTA
Pencegah bakteri Edwardsiela ictaluri
KKP RI. No. D 1212222 BKC
Sumber : Direktorat  Jenderal Perikanan Budidaya, 2013


Aplikasi vaksin pada ikan

Melalui perendaman
Perendaman dapat dilakukan di dalam fiberglass, akuarium atau ember. Kepadatan ikan di dalam bak sekitar 100-200 gr/liter air. Dosis faksin disesuaikan dengan jenis vaksin. Biasanya tertera didalam kemasan vaksin. Contoh : untuk vaksin KV3 dosisnya yaitu 100 ml vaksin : 1000 liter air (1ml vaksin : 10 liter air). Selama proses perendaman sebaiknya diberikan aerasi dan dilakukan pemantauan. Apabila ada ikan yang terlihat aneh, segera pindahkan ke air segar.

Melalui penyuntikan
Cara pemberian vaksin melalui suntikan lebih tepat untuk ikan-ikan yang berukuran relatif besar, jumlahnya tidak terlalu banyak, misalnya induk ikan. Keuntungan pemberian vaksin melalui penyuntikan adalah 100% vaksin dapat masuk ke dalam tubuh ikan. Cara penyuntikan yang biasa dilakukan, yaitu dimasukkan ke rongga perut (intra peritoneal) dan dimasukkan ke otot/daging (intra muscular) dengan sudut kemiringan jarum suntik (needle) kira-kira 30o.

Melalui oral (dicampur dengan pakan)
Teknik ini lebih sesuai untuk ikan-ikan yang sudah dipelihara dalam kolam pemeliharaan ataupun sebagai upaya vaksinasi ulang (booster). Dosis vaksin yang digunakan untuk teknik ini sesuai dengan dosis yang direkomendasikan (sebagai contoh untuk vaksin HydroVac adalah 3-5 ml/kg bobot tubuh ikan) dan pemberian vaksin melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 5 – 7 hari berturut-turut.


Gambar Contoh Vaksin




Sabtu, 02 Maret 2013

INOVASI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (MIE RUMPUT LAUT)


Pada era modern seperti saat ini, rumput laut (sea weeds) sudah menjadi komoditi perdagangan dunia. Hal ini disebabkan karena rumput laut memiliki nilai jual yang tinggi. Dalam dunia ilmu pengetahuan, rumput laut yang lebih dikenal sebagai algae ini memiliki kandungan zat-zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Zat-zat yang terkandung didalam rumput laut yang sering kita dengar yaitu keraginan. Namun sebenarnya, rumput laut juga mengandung zat-zat lain yang sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya : klor, kalium, natrium, magnesium, belerang, fosfor, kalsium, besi, iodium, dan brom. Perlu diketahui bahwa rumput laut yang dapat ditemukan di Indonesia cukup banyak. Namun yang paling banyak di budidayakan oleh warga yaitu jenis Gracilaria, karena mudah diperoleh dan harganya murah. Selain itu, rumput laut jenis gracilaria ini menghasilkan agar-agar tiga kali lipat dibandingkan jenis yang lain.
Tabel 1. Jenis-jenis rumput laut yang dapat ditemukan di Indonesia dan bernilai ekonomis
NAMA ILMIAH
NAMA DAERAH
KANDUNGAN
RHODOPHYCEAE
1.    Acanthophora

2.    Corallopsis minor
3.    Euchema cottoni

4.    Euchema edule
5.    Euchema muricatum
6.    Euchema spinosum


7.    Euchema striatum

8.    Gelidiopsis rigida

9.    Gelidium sp.
10. Grasilaria coronopifolia
11. Gracilaria lichenoides
12. Gracilaria sp
13. Gracilaria taenoides

14. Gymnogongrus javanicus
15. Hypnea cerviorni
16. Hypnea sp.
17. Sarcodia montegneana

PHAEOPHYCEAE
1.    Dictyota dichotoma
2.    Hormophysa sp
3.    Hydroclathrus clanthratus

4.    Padina australis
5.    Sargassum siliquosum
6.    Turbinaria conoides

CHLOROPHYCEAE
1.   Claulerpa peltata

2.   Claulerpa racemosa

3.   Claulerpa sarrulata
4.   Claulerpa sertulariodes
5.   Claulerpa crasa
6.   Codium tomentosum

7.   Ulva lactuca
8.   Ulva reticulata

bulong tombong hideng (lombok)
bulung (bali)
agar-agar besar (kep. seribu), agar-agar halus (makassar)
agar-agar geser (seram),
geranggang (lombok),
agar-agar kasar (ujung pandang), agar-agar patah tulang (kep. seribu),
agar-agar kembang (sulawesi tengah)
sangan (lingga), intip-intip kembang karang (banten), sangau (riau),
bulung ayam (bali),
sayur laut (ambon),
kades (indonesia),
duyung (bangka),
agar-agar halus (ind. timur, kep. seribu),
rambu kasang (jawa barat),
bulung sangu (Bali),
duyung janggut (Bangka)


bulung budur (Madura)
sasangan pasir (bawean)
Bulong jaja (Bali), sangu (Tuban), paris (Ind)
Bebiri (Lombok)




Agar-agar daun besar (kep. seribu)
Oseng-oseng (Kep. seribu), boboyot (Lombok)
Labi-labi (Sulawesi)
Lata (bangka)
Lailai (Ind), lelato (lombok)
Tawali kecil (ternate), bulung buni (bali)
 Laur-laur (Sulawesi)
Susu lopek (lombok), selada laut

Agar-agar

Kappa karaginan
karaginan

karaginan
lota karaginan
agar-agar


agar-agar

agar-agar

agar-agar
agar-agar
agar-agar
agar-agar
karaginan
agar-agar

karaginan
agar-agar




Algin
Algin


Rumput laut paling sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuat agar-agar. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, rumput laut saat ini pemanfaatanya sudah masuk dalam lingkup industri kosmetik, tekstil dan farmasi. Dalam dunia industri kosmetik, rumput laut dimanfaatkan sebagai bahan pembuat salep, lipstik, sabun dan lotion. Dalam industri tekstil pemanfaatan rumput laut digunakan untuk melindungi kemilau sutera. Sedangkan dalam dunia farmasi lebih dimanfaatkan sebagai obat pencahar, kapsul pembungkus obat antibiotik dan vitamin.
Namun ada yang cukup menarik untuk dijelaskan lebih lanjut mengenai pengolahan rumput laut ini yaitu penggunaan rumput laut dalam pembuatan mie. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan seperti berikut :
Bahan baku :
·         Rumput laut                            300 gr
·         Tepung terigu                          1 kg
·         Ikan tenggiri/Surimi                 20-30 persen / 300 gr
Bahan Baku :
·         Tepung kanji                           secukupnya
·         Garam                                     secukupnya
·         Air                                            secukupnya
·         Minyak goreng                        secukupnya
·         Pewarna alami                       
Warna ungu di ambil dari ubi ungu yang sudah di blender
Warna hijau di ambil dari sawi yang sudah di blender
Warna kuning diambil dari wortel yang sudah di blender
Peralatan
·         Pisau
·         Talenan
·         Wadah
·         Mixer
·         Kompor
·         Alat pencetak mie
·         Panci perebusan
·         Serokan
·         Alat pengemasan
Cara Pengolahan
1.    Rumput laut, daging ikan, tepung terigu dan pewarna dicampur jadi satu dan di uleni sampai rata dan tambahkan garam secukupnya.
2.    Sesudah rata adonan digiling menjadi lempengan panjang dengan ukuran gilingan no. 5, sambil diberi tepung terigu sedikit demi sedikit lalu digiling sampai rata
3.    Sesudah rata dan ketebalan adonan gilingan dirubah menjadi no. 3 menjadi lempengan panjang tidak terlalu tebal dan diberi tepung kanji
4.    Setelah itu masukkan ke mesin pemotong mie
5.    Adonan mie yang sudah terpotong dimasukkan ke dalam panci
6.    Air rebusan diberi minyak goreng agar potongan mie yang sudah jadi direbus agar tidak lengket
7.    Mie direbus dan mie yang sudah matang akan naik ke permukaan lalu diangkat dan ditiriskan

Gambar Alur Proses Pembuatan Mie Rumput Laut


Selasa, 12 Maret 2013

PENGOLAHAN SELAI RUMPUT LAUT


Pada tulisan yang lalu tentang “ Inovasi Pengolahan Rumput Laut (mie rumput laut)” telah diterangkan mengenai manfaat, fungsi dan jenis rumput laut yang ada di Indonesia. Namun pada tulisan kali ini saya tidak akan menjelaskan mengenai fungsi, jenis dan manfaat rumput laut lagi, tetapi saya akan mencoba menerangkan mengenai teknik pengolahan rumput laut yang lainnya yaitu “Pengolahan Selai Rumput Laut”.
            Seperti yang telah kita ketahui semua bahwa selai biasanya digunakan sebagai bahan pelengkap berbagai aneka makanan seperti kue kering, roti, dan aneka kue basah. Pada umumnya kita juga telah mengetahui bahwa selai yang selama ini kita kenal biasanya terbuat dari buah-buahan diantaranya nanas dan strawbery. namun ternyata rumput laut yang biasanya sering diolah menjadi agar-agar ternyata juga bisa diolah menjadi selai. Pada kesempatan ini akan dijelaskan tentang " Pengolahan Selai Rumput Laut ". Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu :
1.   Siapkan Bahan baku
·      Rumput Laut (diusahakan jenis E. cottonii)      100 gr

2.   Siapkan bahan tambahan dan bahan pembantu
·      Gula pasir          1500 gr
·      Nenas                1000 gr (diblender)
·      Asam sitrat        2 gr
·      Garam               0,5 gr
·      Pewarna                        secukupnya (jika diinginkan)

3.   Siapkan peralatan
·      Pisau
·      Talenan
·      Wadah
·      Sendok
·      Kompor
·      Blender
·      Alat penggorengan
·      Alat pengemasan

4.   Cara pengolahan
 - Rendam rumput laut kering selama 1 malam dan tambahkan kepur sirih ke dalam air        rendaman. Tujuan dari perendaman yaitu untuk mengurangi bau amis rumput laut.
  - Setelah dilakukan perendaman, bilas rumput laut menggunakan air bersih
  - Blender rumput laut dengan ditambahkan air secukupnya (usahakan blender sampai halus)
  - Tambahkan gula pasir kedalam rumput laut yang telah di blender
  - Panaskan campuran rumput laut dan gula menggunakan penggorengan aduk sampai rata
 - Tambahkan asam sitrat nenas dan garam, aduk kembali hingga rata (tambahkan pewarna jika diinginkan)
 - Diamkan pada suhu ruang hingga dingin dan siap untuk dikemas

Gambar proses pembuatan selai rumput laut


Selasa, 05 Maret 2013

PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN MELALUI PENGENDALIAN PENYAKIT IKAN DENGAN VAKSINASI


Peningkatan produksi perikanan adalah impian dari setiap pembudidaya. Hal ini juga didukung oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mencanangkan program bahwa pada tahun 2015, Indonesia mampu meningkatkan produksi perikanan sebesar 353 %. Program ini dapat diartikan sebagai tekad dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa Indonesia semaksimal mungkin mampu meningkatkan produksinya di bidang perikanan.
            Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana caranya agar produksi ikan di Indonesia bisa meningkat?” Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah melakukan beberapa hal yang dapat dilakukan agar produksi perikanan dapat meningkat. Salah satunya yaitu melalui Pengendalian Penyakit Ikan dengan Cara Vaksinasi. Hal ini diharapkan mampu mengurangi tingkat mortalitas atau kematian pada ikan-ikan konsumsi yang dibudidayakan oleh para pembudidaya ikan. Ini merupakan suatu langkah atau upaya yang dilakukan pemerintah agar indonesia mampu meningkatkan produksi perikanan sebesar 353 % pada tahun 2015.
            Vaksin merupakan suatu produk biologi yang terbuat dari mikroorganisme yang dilemahkan, dimatikan atau direkayasa genetika sehingga berguna untuk merangsang kekebalan tubuh secara aktif. Dapat diartikan bahwa fungsi dari vaksinasi itu sendiri yaitu untuk meningkatkan kekebalan atau sistem imun pada ikan, sehingga apabila suatu saat ikan itu terkena penyakit atau mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan infeksi pada ikan, ikan tersebut mampu melawan infeksi tersebut.Vaksinasi ini dilakukan bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menyerang ikan. Seperti yang kita ketahui, pencegahan sejak dini merupakan cara yang paling ideal untuk pengendalian penyakit pada ikan.
            Penggunaan vaksinasi  telah terbukti memiliki kontribusi postif pada dunia perikanan. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan industri salmon dan trout di Eropa yang terus meningkat. Keberhasilan penggunaan vaksinasi ini diyakini akan memiliki dampak pada produksi khususnya perikanan budidaya. Dampak yang dapat terjadi pada keberhasilan vaksinasi ini diantaranya: 1) menurunnya penggunaan zat-zat antibiotik pada ikan, 2) tingkat Mortalitas atau kematian pada ikan yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme patogen akan menurun. Kesemua hal diatas pada akhirnya akan menyebabkan meningkatnya produksi perikanan budidaya.

Jenis-jenis Vaksin
Secara umum vaksin dapat digolongkan kedalam 5 jenis yaitu :
1.    Vaksin In-aktif : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang dimatikan. Cara kerja vaksin ini yaitu dengan menstimulasi sistem kekebalan tubuh spesifik (respon kekebalan humoral).
2.    Vaksin Hidup/dilemahkan : vaksin yang mengandung mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan. Vaksisn ini menstimulasi sebagian (sel perantara) atau seluruh sistem kekebalan tubuh spesifik (respon kekebalan humoral).
3.    Vaksin toxoid : vaksin yang mengandung unsur toksik (ekstar cellular product) dari mikroorganisme patogen yang telah diinaktivkan, sehinggatidak akan mampu lagi menimbulkan penyakit pada ikan.
4.    Vaksin sub-unit : vaksin yang mengandung sebagian kecil epitop atau locus dari sel utuh mikroorganisme patogen yang digandakan atau diproduksi secara massal melalui perantara mikroorganisme lain yang dilemahkan sehingga tidak mampu menimbulkanpenyakit.
5.    Vaksin DNA : vaksin yang mengandung sebagian materi genetik dari mikroorganisme patogen. Vaksin ini dapat menstimulasi kekebalan tubuh spesifik secara terus menerus.
Vaksin yang Terdaftar di Indonesia
No
Nama Vaksin
Manfaat
No. Registrasi
1.
Aquavac Garvetil   
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
DKP RI. No. I 0703071 VKC
2.
Aquavac Garvetil Oral 
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
DKP RI. No. I 0703070 VKC
3.
Norvax Strep Si 
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
DKP RI. No. I 060641 VKC
4.
Himmvac Agilban S – Plus
Pencegah bakteri Streptococcus iniae
KKP RI. No. I 1105165 VKC
5.
Aquavac Strep Sa 
Pencegah bakteri Streptococcus agalactiae
KKP RI. No. I 1105166 VKC
6.
KV3
Pencegah bakteri Koi Herpes Virus
KKP RI. No. I 1101152 VKC
7.
Caprivac Aero – L
Pencegah bakteri Aeromonas hydropilla
KKP RI. No. D 1206201 BKC
8.
Caprivac Vibrio – L
Pencegah bakteri Vibrio sp.
KKP RI. No. D 1206202 BKC
9.
HydroVac
Pencegah bakteri Aeromonas hydropilla
KKP RI. No. D 1206203 BKC
10.
Caprivac Vibrio
Pencegah bakteri Vibrio sp
KKP RI. No.  D 1207206 BKC
11.
Aquavac ® Irido-V
Pencegah Iridovirus
KKP RI. No. D 1211221 BKC
12
Caprivac ICTA
Pencegah bakteri Edwardsiela ictaluri
KKP RI. No. D 1212222 BKC
Sumber : Direktorat  Jenderal Perikanan Budidaya, 2013


Aplikasi vaksin pada ikan

Melalui perendaman
Perendaman dapat dilakukan di dalam fiberglass, akuarium atau ember. Kepadatan ikan di dalam bak sekitar 100-200 gr/liter air. Dosis faksin disesuaikan dengan jenis vaksin. Biasanya tertera didalam kemasan vaksin. Contoh : untuk vaksin KV3 dosisnya yaitu 100 ml vaksin : 1000 liter air (1ml vaksin : 10 liter air). Selama proses perendaman sebaiknya diberikan aerasi dan dilakukan pemantauan. Apabila ada ikan yang terlihat aneh, segera pindahkan ke air segar.

Melalui penyuntikan
Cara pemberian vaksin melalui suntikan lebih tepat untuk ikan-ikan yang berukuran relatif besar, jumlahnya tidak terlalu banyak, misalnya induk ikan. Keuntungan pemberian vaksin melalui penyuntikan adalah 100% vaksin dapat masuk ke dalam tubuh ikan. Cara penyuntikan yang biasa dilakukan, yaitu dimasukkan ke rongga perut (intra peritoneal) dan dimasukkan ke otot/daging (intra muscular) dengan sudut kemiringan jarum suntik (needle) kira-kira 30o.

Melalui oral (dicampur dengan pakan)
Teknik ini lebih sesuai untuk ikan-ikan yang sudah dipelihara dalam kolam pemeliharaan ataupun sebagai upaya vaksinasi ulang (booster). Dosis vaksin yang digunakan untuk teknik ini sesuai dengan dosis yang direkomendasikan (sebagai contoh untuk vaksin HydroVac adalah 3-5 ml/kg bobot tubuh ikan) dan pemberian vaksin melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 5 – 7 hari berturut-turut.


Gambar Contoh Vaksin




Sabtu, 02 Maret 2013

INOVASI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (MIE RUMPUT LAUT)


Pada era modern seperti saat ini, rumput laut (sea weeds) sudah menjadi komoditi perdagangan dunia. Hal ini disebabkan karena rumput laut memiliki nilai jual yang tinggi. Dalam dunia ilmu pengetahuan, rumput laut yang lebih dikenal sebagai algae ini memiliki kandungan zat-zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Zat-zat yang terkandung didalam rumput laut yang sering kita dengar yaitu keraginan. Namun sebenarnya, rumput laut juga mengandung zat-zat lain yang sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya : klor, kalium, natrium, magnesium, belerang, fosfor, kalsium, besi, iodium, dan brom. Perlu diketahui bahwa rumput laut yang dapat ditemukan di Indonesia cukup banyak. Namun yang paling banyak di budidayakan oleh warga yaitu jenis Gracilaria, karena mudah diperoleh dan harganya murah. Selain itu, rumput laut jenis gracilaria ini menghasilkan agar-agar tiga kali lipat dibandingkan jenis yang lain.
Tabel 1. Jenis-jenis rumput laut yang dapat ditemukan di Indonesia dan bernilai ekonomis
NAMA ILMIAH
NAMA DAERAH
KANDUNGAN
RHODOPHYCEAE
1.    Acanthophora

2.    Corallopsis minor
3.    Euchema cottoni

4.    Euchema edule
5.    Euchema muricatum
6.    Euchema spinosum


7.    Euchema striatum

8.    Gelidiopsis rigida

9.    Gelidium sp.
10. Grasilaria coronopifolia
11. Gracilaria lichenoides
12. Gracilaria sp
13. Gracilaria taenoides

14. Gymnogongrus javanicus
15. Hypnea cerviorni
16. Hypnea sp.
17. Sarcodia montegneana

PHAEOPHYCEAE
1.    Dictyota dichotoma
2.    Hormophysa sp
3.    Hydroclathrus clanthratus

4.    Padina australis
5.    Sargassum siliquosum
6.    Turbinaria conoides

CHLOROPHYCEAE
1.   Claulerpa peltata

2.   Claulerpa racemosa

3.   Claulerpa sarrulata
4.   Claulerpa sertulariodes
5.   Claulerpa crasa
6.   Codium tomentosum

7.   Ulva lactuca
8.   Ulva reticulata

bulong tombong hideng (lombok)
bulung (bali)
agar-agar besar (kep. seribu), agar-agar halus (makassar)
agar-agar geser (seram),
geranggang (lombok),
agar-agar kasar (ujung pandang), agar-agar patah tulang (kep. seribu),
agar-agar kembang (sulawesi tengah)
sangan (lingga), intip-intip kembang karang (banten), sangau (riau),
bulung ayam (bali),
sayur laut (ambon),
kades (indonesia),
duyung (bangka),
agar-agar halus (ind. timur, kep. seribu),
rambu kasang (jawa barat),
bulung sangu (Bali),
duyung janggut (Bangka)


bulung budur (Madura)
sasangan pasir (bawean)
Bulong jaja (Bali), sangu (Tuban), paris (Ind)
Bebiri (Lombok)




Agar-agar daun besar (kep. seribu)
Oseng-oseng (Kep. seribu), boboyot (Lombok)
Labi-labi (Sulawesi)
Lata (bangka)
Lailai (Ind), lelato (lombok)
Tawali kecil (ternate), bulung buni (bali)
 Laur-laur (Sulawesi)
Susu lopek (lombok), selada laut

Agar-agar

Kappa karaginan
karaginan

karaginan
lota karaginan
agar-agar


agar-agar

agar-agar

agar-agar
agar-agar
agar-agar
agar-agar
karaginan
agar-agar

karaginan
agar-agar




Algin
Algin


Rumput laut paling sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuat agar-agar. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, rumput laut saat ini pemanfaatanya sudah masuk dalam lingkup industri kosmetik, tekstil dan farmasi. Dalam dunia industri kosmetik, rumput laut dimanfaatkan sebagai bahan pembuat salep, lipstik, sabun dan lotion. Dalam industri tekstil pemanfaatan rumput laut digunakan untuk melindungi kemilau sutera. Sedangkan dalam dunia farmasi lebih dimanfaatkan sebagai obat pencahar, kapsul pembungkus obat antibiotik dan vitamin.
Namun ada yang cukup menarik untuk dijelaskan lebih lanjut mengenai pengolahan rumput laut ini yaitu penggunaan rumput laut dalam pembuatan mie. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan seperti berikut :
Bahan baku :
·         Rumput laut                            300 gr
·         Tepung terigu                          1 kg
·         Ikan tenggiri/Surimi                 20-30 persen / 300 gr
Bahan Baku :
·         Tepung kanji                           secukupnya
·         Garam                                     secukupnya
·         Air                                            secukupnya
·         Minyak goreng                        secukupnya
·         Pewarna alami                       
Warna ungu di ambil dari ubi ungu yang sudah di blender
Warna hijau di ambil dari sawi yang sudah di blender
Warna kuning diambil dari wortel yang sudah di blender
Peralatan
·         Pisau
·         Talenan
·         Wadah
·         Mixer
·         Kompor
·         Alat pencetak mie
·         Panci perebusan
·         Serokan
·         Alat pengemasan
Cara Pengolahan
1.    Rumput laut, daging ikan, tepung terigu dan pewarna dicampur jadi satu dan di uleni sampai rata dan tambahkan garam secukupnya.
2.    Sesudah rata adonan digiling menjadi lempengan panjang dengan ukuran gilingan no. 5, sambil diberi tepung terigu sedikit demi sedikit lalu digiling sampai rata
3.    Sesudah rata dan ketebalan adonan gilingan dirubah menjadi no. 3 menjadi lempengan panjang tidak terlalu tebal dan diberi tepung kanji
4.    Setelah itu masukkan ke mesin pemotong mie
5.    Adonan mie yang sudah terpotong dimasukkan ke dalam panci
6.    Air rebusan diberi minyak goreng agar potongan mie yang sudah jadi direbus agar tidak lengket
7.    Mie direbus dan mie yang sudah matang akan naik ke permukaan lalu diangkat dan ditiriskan

Gambar Alur Proses Pembuatan Mie Rumput Laut